Jumat, 13 Januari 2012

Think Like a Fish

Ada sebuah ungkapan yang sangat menarik dalam bahasa Inggris yang bunyinya 'Think Like a Fish' yang artinya 'Berfikirlah seperti ikan'. Nampaknya sangat sederhana, namun jika diterapkan akan berhasil dengan jitu ketika kita berkomunikasai dengan orang lain.
Think like a fish atau 'berfikir seperti ikan' artinya, kalau kita suka lemper, jangan memancing memakai lemper! Pakailah cacing sebagai umpannya karena ikan suka cacing sehingga ikan bisa kita tangkap. Kelihatannya sangat sederhana, namun dalam kehidupan kita sehari-hari sering kita tidak memanfaatkan prinsip ini. Seringkali kita mengajak maupun menawarkan sesuatu kepada orang lain atas dasar kepentingan kita sendiri. Sehingga sudah tentu seringkali ide maupun tujuan kita tidak diiikuti oleh orang yang kita ajak berkomunikasi.
Untuk lebih sederhananya, saya punya contoh nyata yang sangat bagus untuk dijadikan gambaran. Saat itu grup kami di dunia pendidikan bermasalah dengan daya listrikyang rendah dan tentu membutuhkan daya listrik yang cukup tinggi. Sedangkan di pertokoan tempat grup kami  itu daya listrik sudah tidak bisa masuk lagi. Namun di sebelahnya ada ruko kosong tetapi daya listriknya cukup tinggi. Satu-satunya jalan yang bisa memecahkan masalah adalah bagaimana caranya membuat daya listrik di ruko sebelah mau mau diturunkan oleh pemiliknya, sehingga daya listrik di tempat kami dinaikkan.
Jika pada saat itu kita datang kepada pemiliknya dan bicara,"pak, kami membutuhkan tambahan daya listrik sedangkan daya listrik sudah tidak boleh masuk ke prtokoan ini, bisakah daya listrik di toko bapak diturunkan ?" Saya jamin dia akan menjawab dengan mempersulit, mungkin dia mengatakan,"Harganya kan mahal ?"  atau "Anda mau bayar berapa ?"dan sebagainya. Intinya adalah kita sangat susah untuk mengGOAL-kan ide dan maksud kita.
 Namun, apa yang saya katakan saat itu ? Kita semua mengetahui semua orang sangat keberatan dengan membayar abodemen yang tinggi. Ketika saya datang ke tempat pemiliknya, saya sudah tahu cacingnya. Cacing yang kita maksud di sini adalah bagaimana kita mengajak dia berfikir bahwa pemilik ruko itu akan membayar abodemen yang cukup tinggi. Akhirnya saya mengatakan,"Pak, ternyata daya listrik bapak lumayan sekali yaa ? Berapa bapak harus membayar abodemen setiap bulannya ?". Ketika saya mengatakan seperti itu, apa yang terjadi ? Pemilik ruko ini pun sangat terperangah kaget dan menyadari bahwa selama ini ia membayar abodemen karena daya listrik yang cukup tinggi dan mengatakan,"wah...berarti dayanya harus diturunkan ini! Bisa saya minta tolong mengurus penurunan dayanya ?"
Inilah yang terjadi ketika kita berbicara atas kepentingan lawan bicara kita, akhirnya dengan sendirinya Bapak pemilik ruko itulah yang meminta kami untuk membantu menurunkan daya listrik rukonya. Usaha kami untuk meningkatkan daya listrik di perusahaan kami pun berjalan dengan lancar. Think like a fish, berfikirlah seperti ikan, berfikir atau berbicaralah atas kepentingan lawan bicara kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar